Samstag, 4. Januar 2014

Webseite Kommentieren

http://www.homepage.bnv-bamberg.de/


WEBSEITE
  • Die Farbe

Ich denke, dass die Farbe von dem Blog weniger attraktiv  ist, weil es den gleichen Hintergrund mit der Farbe seiner Schriften verwendet. Der Unterschied ist das Schreiben ein bisschen dunkel und die Hintergrund

Vorschlage :
Ich denke, es wäre besser, wenn das Schreiben in diesem Blog mit einer dunkelbraunen Farbe und der Hintergrund mit weißen Farbe sein sollte. Allerdings, wenn es mit der hellbraunen Hintergrund ist, können wir die Beiträge mit einer Farbe , die mit dem Hintergrund kontrastiert zu verwenden, um die Menschen interessant zu sehen und zu lesen.
  • das Layout
1). Lage des Titels
Ich finde, dass der Titel mit großen Buchstaben verwenden sollte, damit wir es kennzeichnen können, dass der oben genannte Artikel  der Titel ist. Darüber hinaus gibt es  auch hier Untermenüs mit gleichen Buchstaben.

2). Lage der Post


Die Materialen jeder Menüs finde ich nicht geeignet, denn die Beiträge war zu in der Mitte  der Website und hatte noch viele Plätze frei auf der rechten und linken Seite , wo es noch verwendet werden sollte, sodass es nicht so lange ausgesehen hat.


Vorbereitung des Materials ist auch ein bisschen unattraktiv. vielleicht achtet der Schreiber nicht, ob diese Webseite mit seinem Layout schön oder nicht ist. er achtet nur, wie er seine Wissenschaft so einfach und praktisch nach den Lesern in der Welt geben kann.

  • Bilder
Im Menü "Starseite" beschreibt den Zweck von dieser Webseite und zeigt das Logo Partner, die Web-Kurse auf Deutsch und Englisch unterstützt, die für mich sehr interessant ist . Es kann als Inspiration für mein Blog später sein.




Webseite zeigt die Bilder von Aktivitäten, die Fotos von Mannschaft, beispielsweise Probleme mit Bildern, sowie die Methode des Lernens, die von den Schreiber getan hat. das ist die einfache Lösung für die Besucher auf den Blog über die Web-Aktivitäten zu verstehen.

MENÜSKONTEN UND DIE VORTEILE
  •  Erlernen der Inhalt der Webseite in Deutsch und Englisch
  • Vorteil dieser Webseite ist es, den Unterricht zu vertiefen. Erstellen von zusätzlichen Platz zu sehen, die Praxis und das Lernen. Enthält interaktiven Übungen zur Selbstkontrolle, Materialien, Multimedia-Präsentationen, Unterricht und Beiträge von Studenten der täglichen Praxis in der ständigen Aktualisierung. Geben außerschulische Projekte, interdisziplinäre und grenz über Schule, die Bildung und Lebenshilfe zeigen in der Schule soziale Umfeld . Es ist für die Intensivierung und kann leicht in das Lernen verwendet werden.
WEM GEHÖRT DIE WEBSEITE?


diese Webseite gehört Ulrich Koch


Email-Adresse von Ulrich Koch
x


Sonntag, 29. Dezember 2013

Pengertian Software Komputer (Perangkat Lunak)

Pengertian Software Komputer (Perangkat Lunak)
Berbagai Macam Software
Software atau perangkat lunak, adalah program komputer yang berfungsi sebagai sarana interaksi (penghubung) antara pengguna (user) dan perangkat keras (hardware). Software bisa juga dikatakan sebagai "penerjemah" perintah-perintah yang dijalankan pengguna komputer untuk diteruskan atau diproses oleh perangkat keras (Hardware).


 Software adalah program komputer yang isi intruksinya dapat diubah dengan mudah. Software pada umumnya digunakan untuk mengontrol perangkat keras (yang sering disebut device driver), melakukan proses perhitungan, berinteraksi dengan Software yang lain dan lebih mendasar (seperti sistem operasi, dan bahasa pemrograman), dan lain-lain.

Software dibedakan menjadi beberapa macam, diantaranya :
1. Sistem Operasi (Operating System)
2. Program Aplikasi (Aplication Program)
3. Program Tambahan ( Utility Program)
4. Bahasa Pemrograman (Programing Language)
5. Program Paket

Selain itu, software juga dibedakan menjadi beberapa kelompok berdasarkan cara mendapatannya (bagaiman cara kita memperoleh software tersebut). Seperti yang saya ketahui ada 5 kelompok software, yaitu :

1. Software Komersial
Merupakan software yang dilindungi undang-undang hak cipta, dan untuk mendapatkannya kita harus membeli. Software ini dilarang keras untuk diperbanyak (secara ilegal tentunya).
Contohnya : Microsoft Windows

2. Open Source atau Software Domain Publik ( Public Domain)
Jenis perangkat lunak yang kode sumbernya terbuka untuk dipelajari, diubah, ditingkatkan dan disebarluaskan. Karena sifat ini pengembangnya biasanya dilakukan oleh satu paguyuban terbuka yang bertujuan mengembangkan perangkat lunak bersangkutan. Anggota-anggota paguyuban itu seringkali sukarela tapi bisa juga pegawai suatu perusahaan yang di bayar untuk membantu pengembangan perangkat lunak itu. Produk perangkat lunak tersebut biasanya bersifat bebas dengan tetap menganut kaidah dan etika tertentu. Semua perangkat lunak bebas adalah perangkat lunak sumber terbuka, tapi sebaliknya perangkat lunak sumber terbuka belum tentu perangkat lunak bebas, tergantung kaidah yang dipakai dalam melisensikan perangkat lunak sumber terbuka tersebut.
Contoh : Linux , Mozilla FireFox, Open Office,

3. Software Shareware
Salah satu metode pemasaran perangkat lunak komersial. Shareware biasa juga disebut, Trialware, demoware, yang pada intinya semuanya itu adalah software "coba dulu" sebelum kita membeli software versi lengkapnya. Umumnya software shareware hanya bisa digunakan dalam jangka waktu tertentu saja atau dibatasi dari jumlah penggunanya. Setelah dalam jangka waktu atau batas pemakaian tertentu, perangkat lunak akan terkunci (lock). Jika pengguna merasa cocok dengan program tersebut, maka pengguna bisa membeli passcode(kode validasi) atau sejenisnya untuk membuka kunci dari program shareware tersebut agar menjadi full software (bukan lagi program shareware).
Contoh : Coreldraw, IDM

4. Software Freeware
Perangkat komputer berhak cipta gratis yang bisa digunakan tanpa batasan waktu, berbeda dari shareware yang mewajibkan pengguna untuk membeli setelah batas waktu atau pemakaian tertentu, untuk freeware bisa kita gunakan gratis selamanya. Para pengembang perangkat lunak gratis biasa membuat perangkat lunak gratis untuk disumbangkan kepada suatu komunitas non profit. Namun pengembang juga tetap ingin mempertahankan hak mereka sebagai pengembang dan memiliki kontrol terhadap pengembang selanjutnya. Software Gratisan belum tentu Sofware Open Source. Karena tidak semua Software gratisan bisa di buka Source Code-nya.
Contoh : smadavfree

5. Software Rentalware
Perangkat lunak yang disewakan. Teknisnya hampir sama seperti software shareware, akan tetapi bedanya disini yaitu jika sudah mencapai jangka waktu atau batas pemakaian tertentu, maka software tidak bisa digunakan lagi (lock), dan pengguna harus memperpanjang kontrak pemakaian software tersebut, bukan membeli passcode seperti shareware. Jadi tujuan rentalware tidak untuk diperjualbelikan.
Contoh : biasanya software ini digunakan untuk menangani suatu proyek yang tidak pemanent.
Demikian pengertian Software menurut "Komputerisasi", semoga Artikel tentang Pengertian Software(Perangkat Lunak) ini bermanfaat bagi Anda.

sumber gambar : wikiputra.blogspot.com

Berlin Menggenjot Penghematan Energi

Di ibukota Jerman, daur ulang merupakan bentuk seni dan pasar organik berjamuran di mana-mana. Kini penghematan energi menjadi bisnis yang serius. Sesuatu yang ingin terus digalakkan oleh pemerintah kota.


Berlin bertekad menunjukkan bahwa bahkan hotel-hotel megah di sana ramah lingkungan. Hotel Mövenpick, dekat Potsdamer Platz yang tersohor, tengah berupaya memperkuat imej mereka sebagai hotel hijau. Manajer hotel Frank Hörl menyampaikan rencana mengurangi emisi karbondioksida hotel sebesar 10 persen pada akhir tahun 2013.
Hörl mengatakan upaya mereka untuk lebih ramah lingkungan merupakan respon terhadap permintaan konsumen, termasuk untuk mencari penyuplai lokal, "Kami ingin kerjasama dengan penyuplai lokal, mereka yang berdagang di wilayah ini dan tidak selalu mengambil bahan pangan dari lokasi yang jauh."
Sekedar tren atau jangka panjang?
Sebagian berkat turisme, Berlin secara perlahan keluar dari utang bernilai lebih dari 60 milar Euro. Turis mancanegara kini memastikan bahwa Berlin menjadi salah satu tempat singgah mereka dalam tur Eropa.
Konsumen hotel menjadi semakin sadar lingkungan Konsumen hotel menjadi semakin sadar lingkungan
Warga Berlin sendiri memiliki reputasi gemar berhemat dan ramah lingkungan. Pemerintah kota berusaha mengadopsi reputasi ini. Departemen lingkungan dan pengembangan kota sudah meluncurkan inisiatif yang memungkinkan warga untuk mengunjungi sekitar 100 proyek ramah lingkungan. Mulai dari perumahan, hotel, lokasi industri, institusi pemerintahan, pameran dan klub malam ramah lingkungan.
Inisiatif ini disebut 'Berlin Saves Energy' dan juga dimaksudkan untuk memperlihatkan sudah sejauh apa pemerintah kota Berlin mencapai target lingkungan mereka.
Robert Volkhausen, dari perusahaan konsultan energi EUMB-Pöschk, membantu perencanaan proyek. "Berlin sangat tertarik dengan efisiensi energi serta menemukan cara-cara baru untuk mengatasi masalah harga energi di masa depan," ungkap Volkhausen.
Inisiatif yang digelar selama sepekan itu bahkan menawarkan konsultasi dengan para pakar untuk menjawab pertanyaan warga yang ingin mengurangi tagihan listrik mereka. "Pertanyaan seperti: kalau saya ingin membangun gedung baru atau merenovasi gedung lama, dari mana saya bisa mendapatkan dana, program-program pemerintah, dan sebagainya," jelas Volkhausen.
Warga Berlin sangat senang berhemat. Bagi mereka, mengganti jendela tua, menginsulasi pipa air panas dan menyegel loteng tua termasuk dalam agenda berhemat. Namun karena 85% warga Berlin menyewa tempat tinggal mereka, mengorganisir renovasi semacam itu jelas sulit. Ini juga bisa menjadi prosedur yang mahal. Di Jerman, teknologi efisien energi terlengkap untuk rumah bisa menelan biaya hingga 70.000 Euro.
Investasi jangka panjang
Namun tampaknya warga Berlin semakin memaklumi ide ini. Pada pekan energi, saat perusahaan konsultan lingkungan ENEO menawarkan nasehat gratis terkait penghematan energi, konsultan Christine Heuer bercerita betapa warga begitu haus akan informasi. Tapi ia juga menambahkan bahwa untuk warga, ini adalah bentuk investasi jangka panjang.
"Modernisasi seluruh rumah bisa memakan waktu 10-15 tahun. Di banyak kasus, generasi berikutnya yang merasakan keuntungan," tutur Heuer.
Sementara rumah-rumah yang sudah ada direnovasi untuk menghemat energi, membeli rumah baru yang lebih berkelanjutan adalah sesuatu yang mulai diminati warga Berlin, kata arsitek Jochen Zinke.
Mereka yang ingin membangun rumah turut mempertimbangkan aspek finansial, estetika dan tren konstruksi, paparnya, "Kami menciptakan rumah yang memiliki arsitektur menarik, tapi juga dilengkapi jendela berkualitas tinggi, materi dan komponen insulasi terbaik."
Di Berlin, berbagi mobil menjadi tren besar Di Berlin, berbagi mobil menjadi tren besar
Target yang ambisius
Berlin berencana mengurangi emisi CO2 hingga lebih dari 40 persen pada tahun 2020, apabila dibandingkan dengan level pada tahun 1990.
Ini sebuah target yang ambisius, yang mungkin saja tercapai. 'Carsharing' atau berbagi mobil sudah menjadi tren besar di Berlin. Hanya ada 324 mobil per 1.000 penduduk. Itu angka yang sangat rendah untuk sebuah kota metropolitan. Sistem transportasi publik yang sangat padu juga membantu mengurangi emisi CO2.
Bagi manajer Hotel Mövenpick, Hörl, tantangan terbesar masih akan datang, seiring semakin banyaknya orang yang datang di Berlin. Kota itu mendapatkan sekitar 60 juta pengunjung setiap tahun. "Ini berarti lalu lintas yang padat," ucap Hörl.
Namun bagi ibukota Jerman, di mana kreativitas merupakan jalan hidup, warga Berlin pasti mampu menemukan solusi.

DW.DE

 Sumber : http://www.dw.de/berlin-menggenjot-penghematan-energi/a-17327037

Samstag, 28. Dezember 2013

Sprachenlernen mit aller Erfahrung

Ob das Lernen einer Fremdsprache gelingt, hängt von Motivation, Erfahrungen und Vorkenntnissen der Einzelnen ab. Doch wie können Lehrer die Sprachlernbiographien ihrer Lernenden im Unterricht einsetzen?
Wie man erfolgreich eine Fremdsprache lernt? Dazu hat im C1-Deutschkurs am Sprachenzentrum der Humboldt-Universität Berlin offenbar jeder eine klare Meinung: Ein Kursteilnehmer orientiert sich beim Sprachenlernen an Fremdwörtern, die er aus anderen Sprachen kennt, ein anderer sieht deutsche Filme in der Originalsprache. Einige plädieren dafür, dass man eine Sprache am besten in der Gruppe lernt, andere halten Einzelunterricht für effektiver. Manche betonen, dass man die Grammatik und Phonetik gründlich lernen sollte, bevor man in das entsprechende Land geht. Und wieder andere fordern, dass man sofort ins kalte Wasser geworfen werden sollte, um keine Angst vor dem Sprechen zu entwickeln.

Sprachenlernen – ein individueller Prozess

Was bei der Diskussion deutlich wird: In diesem – wie wohl auch jedem anderen – Deutschkurs sitzen ganz unterschiedliche Menschen, von denen jeder wichtige Erfahrungen mitbringt, die das Sprachenlernen prägen. Aus diesem Grund fordern verschiedene Experten und Expertinnen, dass diese Sprachlernbiographien häufiger im Deutschunterricht aufgegriffen werden: „Je mehr Sprachen ich kann, desto leichter ist es für mich, eine neue Sprache zu lernen. Ich kann auf mehr Wissen zurückgreifen und gleichzeitig stehen mir mehr Strategien zur Verfügung“, meint etwa Dr. Maria Giovanna Tassinari vom Sprachenzentrum der Freien Universität Berlin. Und es sei motivierend, sich vor Augen zu führen, was man schon alles kann.

Max Möller, Lehrer in dem Deutschkurs an der HU, behandelt mit den Teilnehmenden eine Geschichte von Wladimir Kaminer, in dem es um den Deutschunterricht an einer sowjetischen Schule geht. Mithilfe dieses Textes machen sie sich die Lernenden Gedanken darüber, wovon die Lernmotivation abhängen kann. Und sie überlegen anhand ihrer eigenen Erfahrungen, was erfolgreiches Sprachenlernen ausmacht, was sie sich in Bezug auf das Deutschlernen noch vornehmen und welche Unterstützung sie dafür brauchen. Schließlich bittet Max Möller zwei Kursteilnehmer, ihre Sprachlernbiographien exemplarisch an der Tafel zu präsentieren.

Der eine berichtet, dass er als Kind russischer Eltern in Weißrussland gegen seinen Willen Weißrussisch lernen musste, dass er deshalb jetzt aber auch andere slawische Sprachen wie Polnisch, Ukrainisch oder Bulgarisch versteht. Und dass er als Kind einer Englischlehrerin schon im Kindergartenalter viele englische Bücher hatte und jetzt in Deutschland seinen Master auf Englisch macht. Die andere kommt aus Kenia und hat Zuhause Kikuyu, im Kindergarten Kisuaheli, in der Schule Englisch und als Jugendliche eine Mischsprache aus Kisuaheli und Englisch verwendet. Italienisch lernte sie, um ihre Masterarbeit in Italien zu schreiben, und jetzt lebt sie in Deutschland – gemeinsam mit ihrem Freund, der Französisch mit ihr spricht. Die Kommilitonen im Deutschkurs zeigen sich beeindruckt von den vielfältigen Fremdsprachenkenntnissen der beiden.

Vom Fragebogen bis zum Wortcluster – Lernbiographien im Unterricht

Die Möglichkeiten, solche Sprachlernbiographien im DaF-Unterricht einzusetzen, sind zahlreich. Manche Lehrkräfte arbeiten sehr systematisch mit Sprachlernbiographien: Mateja Žavski-Bahč von der Universität Maribor in Slowenien beispielsweise lässt ihre Germanistik-Studierenden mit einem umfangreichen Fragebogen arbeiten, der sich wie ein roter Faden durch das Studium ziehen soll: „Wir fragen unsere Studierenden im ersten Semester, in welchen Sprachregionen sie gelebt haben, in welchen Situationen sie Fremdsprachen gebraucht haben, auf welche Weise sie noch Kontakt dazu haben und wie sie die Kenntnisse weiterentwickeln wollen. Später geht es dann zum Beispiel darum, welche Sprachübungen motivierend waren oder besonders viel Spaß gemacht haben“, sagt Žavski-Bahč. Die Studierenden sollen diese Fragen schriftlich beantworten und ihre Berichte bei der Lehrkraft einreichen bzw. in einem Blog hochladen: „Das Portfolio ist als Autoreflektion des Studiums gedacht. Die Studierenden können jederzeit wieder hereinschauen und sehen, welche Ziele sie sich wann gesetzt haben und inwiefern sie sie bereits erreicht haben. Den Lehrenden dienen die Biographien auch als eine Grundlage für ein ausführliches Feedback“.

Auch Regina Graßmann, die Lehrerfortbildungen für Integrationskurse angeboten hat, ist der Meinung, dass man gerade den Unterricht in kulturell heterogenen Gruppen gezielt auf die Sprachlernbiographien der Teilnehmenden zuschneiden sollte. Sie setzt auf das Mittel der Kontrastierung: „Wenn man zum Beispiel neu zu lernende Wörter mit den schon vorhandenen Wörtern kontrastiert, kann man aus diesen Übersetzungen Tafelbilder gestalten. Dadurch entstehen sehr bunte Cluster im Klassenraum, durch die auch die verschiedenen Kulturen der Kursteilnehmenden eine andere Stellung bekommen“, sagt sie. In der Grammatikvermittlung sei das ähnlich: Bei Übersetzungen erkenne man schnell, wie der Satzbau in den verschiedenen Sprachen beschaffen sei. So könne man zum Beispiel feststellen, dass Sprachen mitunter vergleichbare Satzstrukturen haben.

Lernstrategien entwickeln – über den Unterricht hinaus nutzen

Max Möller behandelt das Thema Sprachlernbiographien heute zum ersten Mal so ausführlich im Unterricht. In der Regel spricht er zu Semesterbeginn mit den Kursteilnehmenden darüber, welchen Hintergrund sie haben, wie sie mit Fremdsprachen umgehen und was sie in Bezug auf die deutsche Sprache erreichen wollen. Im Laufe des Kurses kann er dann je nach Bedarf individuelle Vorschläge und Angebote machen.

Seine Kursteilnehmerin Juliana spricht für die Mehrheit ihrer Kommilitonen, wenn sie sagt: „Eine ganze Deutschstunde zum Thema Sprachenlernen hatte ich bisher noch nie. Das war heute eine Premiere.“ Sie fand es spannend, die Erfahrungen und Ratschläge der anderen zu hören. Ob sich ihre eigenen Lernstrategien durch die Reflektion und die Diskussionen verändern werden, weiß sie allerdings nicht. Auch Max Möller räumt ein: „In der heutigen Stunde ist zwar deutlich geworden, dass Sprachenlernen ein sehr individueller Prozess ist und dass die Kursteilnehmenden selbst für diesen Prozess mitverantwortlich sind.“ Er möchte die Teilnehmenden aber auffordern, noch einmal schriftlich zu reflektieren, auf welchem Weg sie ihr Deutsch noch verbessern könnten, welche anderen Wege oder ergänzenden Angebote sie vielleicht noch suchen müssen. Über die leidenschaftlichen Diskussionen der Studierenden hat er sich gefreut. Und er bedauert, dass ihm bei einer Gruppe von zwanzig Studierenden mit vier semesterbegleitenden Unterrichtsstunden pro Woche im Alltag oft schlicht und einfach die Zeit fehlt, um die Sprachlernerfahrungen jedes Einzelnen gezielt aufzugreifen.

DW.DE

 

Sumber : http://www.dw.de/sprachenlernen-mit-aller-erfahrung/a-17314499

Klub Pemecah Rekor : FC Bayern München

Tim olahraga terbaik di Jerman, juara Bundesliga, Piala Jerman, Liga Champions dan Piala Super UEFA. Tahun 2013 ditutup Bayern München dengan gelar berikutnya : Piala Dunia Antarklub FIFA.

Kembali sebuah gelar juara bagi FC Bayern München. Setelah gelar ke-lima, klub ini dielu-elukan sebagai "tim tersukses di muka bumi". Hampir semua gelar yang bisa dimenangkan berhasil diraih oleh klub asuhan Pep Guardiola ini. Juara Bundesliga, Piala Jerman, Liga Champion, Piala Super UEFA, dan terakhir Piala Dunia antarklub FIFA.
Hanya satu gelar yang luput, yakni Piala Super DFL. Juli lalu, Bayern takluk di tangan pesaing utama Borussia Dortmund 2-4. Tapi itu tidak mengurangi kegembiraan pemain dan petinggi klub. Di Marokko para pemain mengenakan kaos bertuliskan "Worldchampions" dan merayakan tahun bersejarah yang bisa menjadi awal sebuah era dominasi Bayern München di kancah persepakbolaan dunia.
Klub Jerman pertama yang meraih 'treble'
Hanya setelah 28 pertandingan, Bayern memastikan diri sebagai juara Bundesliga musim 2012/2013. Dalam sejarah 50 tahun Bundesliga, belum pernah ada tim lain yang melakukannya. Selain itu, Bayern meraih poin 91 poin dari 29 kemenangan. Ini juga merupakan rekor baru.
Sebagian dari koleksi Piala Bayern di tahun 2013
Sukses berikutnya adalah kemenangan di Liga Champions. Di stadion Wembley di London, Bayern mengalahkan runner-up Bundesliga Borussia Dortmund dengan skor 2:1.
Klub yang saat itu masih dilatih oleh veteran Jupp Heynckes, lalu juga meraih Piala Jerman dengan menang 3:2 atas VfB Stuttgart di final. Usai meraih 'treble', pelatih Heynckes mengundurkan diri untuk sementara dari dunia sepak bola. "Kami akan selalu berhutang budi padanya", ujar direktur klub Karl-Heinz Rummenige.
Juara paruh musim dini
Musim 2013/2014, tonggak kepelatihan dipegang oleh Pep Guardiola. Tapi tidak berarti kesuksesan tim ini berakhir. Rekor demi rekor kembali dipecahkan oleh Bayern. Di Bundesliga, mereka tidak terkalahkan dalam 41 pertandingan. Lima pertandingan lebih banyak dari rekor Hamburg sebelumnya. Ini bisa menjadi rekor abadi. Bayern München terakhir mengalami kekalahan 28 Oktober 2012 dari Bayer Leverkusen.
Juara paruh musim juga dipastikan Bayern secara dini. Tidak ada yang berani mengatakan, bahwa masih ada klub lain di liga yang bisa menjegal Bayern dari kembali meraih gelar juara Bundesliga musim ini.
Keberhasilan di Bundesliga juga berlanjut di ajang Liga Champions. Bayern München berhasil memecahkan rekor Barcelona, dengan kemenangan 10 kali berturut-turut. Dan kemungkinan kembali meraih 'treble' terbuka lebar-lebar. Di ajang Piala Jerman, Bayern telah lolos ke babak perempatfinal dan di Liga Champions ke babak perdelapanfinal. Pada pertandingan terakhir babak penyisihan grup, Bayern memang kalah 2:3 dari Manchester City. Namun, kekalahan ini hampir dianggap "tak berarti", karena Bayern tetap keluar sebagai juara grup.
Klub terbaik di dunia?
Tambahan gelar diperoleh Bayern di tahun 2013 melalui Piala Super UEFA. Pertandingan ini kembali mempertemukan dua pelatih yang dianggap "rival abadi" : Pep Guardiola dan Jose Mourinho. Keberuntungan tetap berada di pihak Bayern. Klub ini menang 7:6 melalui adu penalti atas pemenang Piala Liga Eropa FC Chelsea.
Guardiola terus bawa Bayern menuju puncak
Gelar terbaru sebagai juara Piala Dunia Antarklub FIFA dianggap sebagai era baru dominasi klub FC Bayern München. Dunia sepak bola terus menghujani klub ini dengan pujian. "Diktator Bayern : Tidak peduli dengan tim apa pun, Pep kalahkan semua lawan," tulis harian Spanyol 'Marca'. "Tidak mungkin mereka gagal membawa pulang Piala Dunia," anggap harian 'Gazella dello Sport' dari Italia.
Dari 56 pertandingan di tahun 2013, Bayern mencatatkan 50 kali kemenangan, meraih lima gelar, belum lagi berbagai kesuksesan pada berbagai pertandingan uji coba. Tahun 2013 menjadi tahun yang membawa kebahagiaan bagi klub FC Bayern München. Namun, dominasi klub ini sepertinya masih harus dibuktikan dengan kembali berhasil meraih gelar 'treble' tahun depan.

DW.DE

Kilas Balik Sepakbola Jerman di 2013

Sepakbola Jerman mencatat prestasi gemilang tahun ini, diawali dengan final Liga Champions, hingga keberhasilan timnas merebut tiket ke putaran final Piala Dunia. Kendati begitu catatan sepakbola Jerman bukan tanpa cacat
Tidak ada yang mengira akan menyaksikan duel dua tim Jerman di final Liga Champions Eropa. Terlebih, ketika Borussia Dortmund dan Bayern München harus mengatasi perlawanan dua jawara Spanyol di Semi Final, Real Madrid dan FC Barcelona - dua klub yang selama ini mendominasi sepakbola Eropa.
Laga pemuncak di stadion Wembley, London, berlangsung sengit dan berakhir 2:1 untuk kemenangan Bayern. Kelegaan luar biasa memenuhi tim besutan Jupp Heynckes itu usai menyudahi puasa gelar Eropa sejak 12 tahun. Terlebih Bayern telah berlaga di tiga final Liga Champions dalam lima tahun terakhir.
"Jika kami ingin disebut sebagai generasi emas, maka kami harus merebut gelar internasional," kata kapten Philipp Lahm usai laga di Wembley kala itu. "Gelar Eropa adalah tolak ukur prestasi seorang pesepakbola dan sesuatu yang melekat dalam ingatan para fans, terutama jika ini menyangkut klub sebesar FC Bayern. Dan hari ini kami berhasil mencapainya."

Kedatangan Guardiola
Bayern tidak berhenti di London. Usai memastikan gelar juara liga, Lahm dkk. juga menyabet gelar DFB Pokal setelah mengandaskan Stuttgart di final. Musim ini, Bayern menjadi klub Bundesliga pertama yang merebut tiga gelar sekaligus. Ditambah dengan kemenangan atas Chelsea di Supercup Eropa, Bayern menjadi tim yang paling diburu di Eropa.
Bayern seakan enggan mengendurkan otot. Menyusul keputusan Jupp Heynckes untuk pensiun, klub yang bermarkas di Sabener Straße, München, itu menggaet pelatih kenamaan, Pep Guardiola yang menjadi buruan nomer satu di Eropa.


Final Liga Champions Eropa di stadion Wembley, London
Dalam waktu singkat, bekas pelatih Barcelona itu mendaratkan sejumlah pemain kelas dunia, antara lain Mario Götze yang menyebrang dari Dortmund dengan dana transfer 37 juta Euro dan Thiago Alcantara yang berasal dari Barcelona.
Selain itu pelatih Spanyol tersebut memoles beberapa pemain lama, Philipp Lahm kini diplot menjadi gelandang bertahan, sementara Franck Ribery dan Arjen Robben semakin berkembang menjadi duet maut di Eropa. Ribery saat ini dinominasikan untuk merebut gelar pemain terbaik Eropa, alias Ballon d'Or.
Timnas Jerman dan celah di lini pertahanan
Catatan baik juga diraih tim nasional Jerman yang melakoni babak kualifikasi Piala Dunia 2014. Skuad besutan Joachim Löw itu membukukan sembilan kali menang dan satu kali imbang dengan perbedaan gol 36:10. Jerman bertengger di urutan teratas klasemen dan meninggalkan Swedia dengan delapan angka di tempat kedua.
Kendati begitu penampilan der Panzer selama babak kualifikasi juga mengungkap kelemahan pada barisan pertahanan yang dikomandoi Philipp Lahm. Laga kualifikasi melawan Swedia (4:4 dan 5:3), pertandingan persahabatan versus Paraguay (3:3) dan Amerika Serikat (3:4), menyisakan rasa pahit di bibir.

Iklan Piala Dunia timnas Jerman di salah satu harian Brasil


Menemukan duet yang ampuh di lini belakang, antara Per Mertesacker, Jerome Boateng dan Mats Hummels adalah tugas terbesar pelatih Joachim Löw tahun depan menjelang Piala Dunia. "Buat saya ada dua fokus saat ini," kata Löw, "yaitu memperkokoh pertahanan. Ini dimulai dari depan. Kalau semua pemain bertahan dengan gigih, maka itu akan menjadi keuntungan buat semua. Selain itu adalah mempertajam serangan di depan," katanya.
Menurut hasil undian, Jerman akan menghadapi grup sulit di putaran final Brasil, dengan Portugal, Amerika Serikat dan Ghana di grup G. Otoritas Sepakbola Jerman (DFB) sendiri sejauh ini sudah melakukan sejumlah persiapan di Brasil.
DFB antara lain bekerjasama dengan produsen otomotif, Mercedes, yang juga sponsor resmi timnas Jerman buat membangun sendiri markas tim di Bahia, Brasil. Markas yang dilengkapi dengan penginapan dan fasilitas olahraga kelas dunia itu dulunya adalah sekolah olahraga. DFB yakin, markas timnas yang baru akan tuntas tepat waktu menjelang putaran final.
Skandal pajak dan gol phantom
Betapapun prestasi yang ditorehkan sepakbola Jerman, catatan di tahun ini tidak sepenuhnya bersih. Pencapaian Bayern München misalnya dibayangi oleh skandal pajak seputar Presiden Uli Hoeness. Legenda Bayern itu Januari silam melaporkan diri ke kepolisian dan mengaku menyingkirkan dana besar ke Swiss untuk menghindari pajak.
Gol ajaib Kießling ke gawang Hoffenheim. Reaksi sang penyerang bertolak belakang dengan keputusan wasit yang mengesahkan gol tersebut
November kemarin pengadilan di München mengabulkan gugatan kejaksaan. Hoeness yang tadinya yakin akan lolos, harus menghadapi proses hukum mulai Maret 2014 mendatang. Jika terbukti bersalah di semua butir dakwaan, sang presiden bisa dikenai hukuman penjara.
Skandal lainnya dicatat oleh Bayer Leverkusen, atau lebih tepatnya Stefan Kießling. Penyerang berbadan jangkung itu mencetak gol phantom, ketika menyundul bola ke sisi gawang, namun bola masuk dari samping melalui lubang di jaring gawang. Wasit yang tidak melihat proses terjadinya gol tersebut, menyatakan sah dan melanjutkan pertandingan kendati diiringi protes pemain Hoffenheim.
Peristiwa tersebut menghidupkan kembali debat seputar teknik pendeteksi bola di garis gawang. Awal tahun depan Deutsche Fußball Liga (DFL) akan menentukan kapan teknologi tersebut diterapkan di Bundesliga.

Sumber : www.dw.de/kilas-balik-sepakbola-jerman-di-2013/a-17313472

Liga FC Bayern

Bundesliga sempat digadang-gadang sebagai liga terkuat di Eropa. Tapi dominasi FC Bayern malah membuat divisi utama Jerman itu dipenuhi rasa bosan, kata Redaktur DW, Tobias Oelmeier.
Bundesliga terdiri dari 18 klub dan selalu begitu sejak beberapa dekade. Tapi apa yang terjadi 18 bulan terakhir mengaburkan fakta paling jelas soal Bundesliga tersebut. Bukan lagi 18, melainkan cuma FC Bayern saja yang terkesan bertanding di liga utama Jerman itu,
Skuad asuhan Pep Guardiola itu musim ini cuma tersandung dua kali, sekali kehilangan konsentrasi di Freiburg dan nasib sial yang menghampiri di Leverkusen. Sejak 41 pertandingan Bayern tidak terkalahkan. Dominasi tim yang bermarkas di Sabener Straße itu musim ini bahkan lebih mengerikan lagi ketimbang semusim lalu.

Sejak final Liga Champions antara Borussia Dortmund dan FC Bayern, media-media Eropa membanjiri Bundesliga dengan gelar liga terkuat di dunia. Kini, titel tersebut bertukar menjadi kebosanan tanpa akhir.

Penyebabnya tidak lain adalah kocek tebal FC Bayern yang membuat klub selatan itu mampu merebut pemain-pemain terbaik dari pesaing yang lain. Freiburg, Braunschweig atau Augsburg cuma bisa bermimpi memiliki keuangan sesehat Bayern.


Klub-klub gurem tersebut tidak memiliki pemasukan senilai puluhan juta Euro dari Liga Champions Eropa, dari pembagian pemasukan televisi atau penjualan pernak-pernik yang mendunia. Tapi di lain sisi, klub-klub kecil itu tidak juga merasa perlu bersaing dengan raksasa Bundesliga.

Berbicara soal persaingan di Bundesliga bisa membuat orang keheranan. Di mana Dortmund, Leverkusen atau Schalke? Apa yang terjadi dengan Hamburg, Bremen atau Stuttgart? Semua klub-klub ini memiliki tradisi dan sejarah yang panjang. Tidak cuma di Jerman saja, melainkan juga internasional. Cuma yang membedakan, klub-klub tersebut tidak memiliki keuangan layaknya FC Bayern.

Ada beberapa hal yang salah dengan Bundesliga, ketika bahkan finalis Liga Champions, Dortmund sejak awal musim sudah mengklaim, "Kami akan bersaing dengan klub-klub lain berebut tempat kedua." Ucapan semacam itu sejatinya haram dilontarkan oleh olahragawan. Dan selama paradigma semacam itu diamini oleh ke-17 klub lain di Bundesliga, divisi utama Jerman itu belum akan terbebas dari rasa bosan yang menghantuinya. Seperti yang kita alami musim ini.

Sumber : http://www.dw.de/liga-fc-bayern/a-17323503

Hutan Jerman

Lembah gelap, tepi sungai yang romantis dan pohon tinggi. Orang Jerman cinta keanekaragaman hutannya dan senang lewatkan waktu dengan berjalan-jalan di hutan.
  • Hertha See im Nationalpark Jasmund auf der Insel Rügen

    Taman Nasional Jasmund

    Ini taman nasional terkecil Jerman. Tapi seindah taman nasional lainnya. Di Taman Nasional Jasmund, di ujung utara pulau Rügen, terhampar hutan pohon Beech. Tahun 2011 UNESCO menyatakan hutan itu bagian dari Warisan Alam Dunia, yaitu dalam kelompok "Hutan Beech Tua Jerman".

    Simber : http://www.dw.de/hutan-jerman/g-17087021

Freitag, 27. Dezember 2013

Macam-Macam Software Komputer dan Fungsinya


Jenis-jenis Software Komputer dan Fungsinya

Adobe Photoshop = untuk editing gambar/foto atau untuk mendisain website
CorelDraw = untuk mendisain gambar
Picasa = untuk editing foto
Macromedia Flash = untuk membuat gambar animasiDreamweaver = untuk membuat website/ blog
Adobe Reader = untuk membaca ebook digital berformat Pdf
Photoscape = untuk pengeditan foto
Noiseware Professional = untuk membersihkan noise pada foto
Mozilla Firefox = untuk browser internet
Google Crome = untuk browser internet
Cool Edit Pro = untuk ngedit lagu atau untuk memotong dan menggabungkan lagu
Eset Nod32 = software anti virus terbaik
Microsof Office Word = untuk pengetikan data
Microsof Office Excel = untuk pengetikan dan membuat tabel
Microsoft Power Point = untuk membuat karya tulis
Quicktime = software untuk memutar file quicktime
dbpowerAMP Music Conventer = untuk mengkompres lagu
CCleaner = untuk membersihkan file-file yang tidak terpakai yang sudah lama dihapus
Nero = untuk burning CD/DVD
Winrar = untuk membuka file rar
Shadow Defender = untuk memproteksi komputer
Winamp = untuk memutar musik/lagu
Adobe Flash Player = untuk menunjang pemutaran lagu atau video
K-Lite Codec Pack = untuk memutar file video
IDM (Internet Download Manager) = untuk mempercepat proses download
Macromedia Flash Player = software pemutar file-file flash
Easy GIF Animator Pro = untuk  membuat  gambar bergerak/animasi berformat gif
Pinacle Studio = untuk editing video
PDF Password Remover = untuk menghilangkan password file pdf yang diproteksi
ACDSee Photo Manager = untuk pengaturan foto digital
TuneUp Utilities = untuk membuat kinerja komputer lebih cepat
Web Button Maker = untuk membuat tombol navigasi pada website/blog
Autocad = untuk mendisain gambar konstruksi
Ulead Gif Animator = untuk membuat animasi Gif
Product Key Explorer = untuk mendeteksi serial number software yang ada di komputer
Magic ISO Maker = membuat file iso yang digunakan untuk virtual drive
CoffeeCup Web Video Player = untuk membuat video player pada website
Ashampoo PhotoCommander = untuk pengaturan foto digital
WinRAR Cracker = untuk meng-crack winrar
Folder Lock = untuk mengunci folder / direktori
Xing MPEG Player = untuk memutar CD/VCD
Drive Blocker = untuk memproteksi drive
Winzip =  untuk kompres file
Microsoft Web Publishing = untuk mengirim data website ke internet
PowerDVD = untuk memutar video
Quick Media Converter = Converter Audio File
SoundForge = untuk mengedit file-file audio

Kultur Jerman vs Indonesia

Studi dan tinggal di Jerman adalah tantangan yang besar, terutama bagi yang 20 tahun hanya tinggal di Indonesia seperti saya. Semakin lama tinggal di satu negara, semakin melekat kultur dari negara tersebut.
Bagi saya sewaktu pertama kali datang ke Jerman banyak hal secara kultur yang sangat baru untuk saya. Dan saya perhatikan orang-orang Indonesia yang tidak betah studi dan tinggal di Jerman adalah mereka yang tidak belajar mengenal dan mempraktekan kultur Jerman selama tinggal di Jerman.
Beberapa waktu yang lalu saya mendapat ilustrasi menarik dari seorang seniman mengenai kultur Jerman versus Cina, yang secara garis besar juga berlaku untuk orang Indones    ia. Beberapa hal dari ilustrasi ini akan saya bahas sedikit di bawah.

Hampir 180 tahun yang lalu seorang misionar Kristen Jerman datang ke Sumatera untuk membawa agama Kristen ke tanah Batak. Satu hal yang membuat dia berhasil di tanah Batak adalah keinginan dia yang gigih untuk belajar bahasa Batak, mengenal dan mempraktekan kultur Batak. Nama misionar ini adalah Ludwig Ingwer Nommensen. Hal yang sama juga berlaku bagi  orang Indonesia yang datang ke Jerman, mereka yang berhasil di Jerman dalam studi, bersosialisasi, bekerja adalah mereka yang mampu berbahasa Jerman, mengenal dan mempraktekan kultur Jerman. Memang tidak semua kultur harus diserap, tetapi ada banyak hal baik dari kultur Jerman yang bisa kita pelajari. Beberapa kultur Jerman yang menarik perhatian saya adalah …

1. Mengutarakan pendapat
Orang Jerman mengutarakan pendapat secara langsung dan jelas. Berbeda dengan orang Indonesia, biasanya orang Indonesia memerlukan 1 paragraf untuk mengutarakan pendapatnya dan pada akhirnya pendengar juga tidak tau apa inti pendapatnya. Sedangkan orang Jerman hanya memerlukan 1-2 kalimat untuk mengutarakan pendapatnya dan inti pendapatnya bisa langsung dimengerti.

2. Tepat waktu
Di Jerman semua serba tepat waktu. Orang Jerman mengharapkan kalo ada janjian jam 12, artinya ketemu jam 12, bukan jam 12.15. Jika jam janjiannya tidak bisa ditepati, orang Jerman mengharapkan diberitau beberapa jam sebelumnya. Sedangkan orang Indonesia terbiasa dengan janjian tidak tepat waktu, sehingga ada istilahnya “jam karet”. Istilah yang tidak akan pernah ada di Jerman.

3. Menghadapi masalah
Orang Jerman menhadapi masalah secara langsung, mereka berusaha mencari akar permasalahannya dan mencari solusi terbaik. Sedangkan orang Indonesia lebih banyak berhati-hati dalam menghadapi masalah dan berusaha menghindari konflik dengan orang lain.

4. Pandangan terhadap diri sendiri
Orang Jerman memandang diri sendirinya cukup penting, sedangkan orang Indonesia lebih melihat kepentingan bersama lebih penting. Hal ini tidak saya liat selalu baik, karena kita adalah mahluk sosial. Tetapi di sisi lain sikap ini mungkin yang membuat begitu banyak orang Jerman yang menjadi penemu, dari Bosch, Benz, Porsche, dan lain-lain. Mereka adalah individual-individual yang terfokus memandang dirinya penting.

Yang menarik adalah, seorang seniman cina Liu Yang (http://www.yangliudesign.com) berusaha mengilustrasikan perbedaaan kultur Jerman dan Cina. Liat http://www.chinese4kids.net/blog/a-virsual-comparison-between-chinese-and-german-culture/. (<- harus diliat, sangat menarik dan lucu).

4 hal di atas hanya beberapa contoh secara general. Saya tidak menclaim semuanya 100% benar seperti itu, tetapi tendensinya seperti itu. Di post ini saya tidak bermaksud merendahkan orang Indonesia, karena saya sendiri orang Indonesia. Dan saya yakin orang Indonesia tidak kalah dengan orang Jerman, tetapi dalam banyak hal kita masih bisa belajar dari orang Jerman. Dan semoga orang Jerman juga belajar dari orang Indonesia.

Sumber : antonio-smanwat.blogspot.com/2013/01/kultur-jerman-vs-indonesia.html#more

Konjunktiv II

Konjunktiv II verwenden wir hauptsächlich, wenn wir uns etwas vorstellen oder wünschen, das zurzeit nicht möglich ist. Auch in der indirekten Rede oder bei besonders höflichen Fragen oder Aussagen kommt Konjunktiv II zum Einsatz.



Verwendung

  • (irreale) Wünsche und Hoffnungen
    Beispiel:
    Ich wünschte, ich hätte Ferien.
  • irreale Aussagen/Bedingungssätze (siehe Konditionalsätze)
    Beispiel:
    Dann könnte ich in den Urlaub fahren.
    Wenn ich im Urlaub wäre, läge ich den ganzen Tag am Strand.
  • indirekte Rede, wenn Konjunktiv I nicht möglich ist (siehe auch Indirekte Rede)
    Beispiel:
    Unser Lehrer sagt, wir müssten noch viel lernen. 
  • besonders höfliche oder vorsichtige Anfragen/Aussagen
    Beispiel:
    Wärst du so freundlich, an die Tafel zu kommen?

Bildung

Vom Konjunktiv II gibt es zwei Formen, je nachdem, ob wir eine Situation in der Gegenwart oder in der Vergangenheit ausdrücken wollen.

Situationen in der Gegenwart

Wir hängen die Konjunktivendung an den Präteritumstamm an (siehe Tabelle unten, Spalte finden). Starke Verben erhalten einen Umlaut.
Beispiel:
finden (fand) – er fände
Schwache und einige gemischte Verben unterscheiden sich im Konjunktiv II nicht vom Indikativ Präteritum. Deshalb umschreiben wir diese Verben normalerweise mit würde (würde-Form).
Beispiel:
ich wartete – ich würde warten
In der Umgangssprache bevorzugen wir auch für viele starke Verben die würde-Form (würde + Infinitiv).
Beispiel:
gehen – ich ginge/ich würde gehen
Konjunktiv II (Gegenwart)würde-Form
findenseinhaben
1. Person Singularich fändeich wäreich hätteich würde …
2. Person Singulardu fändestdu wär(e)stdu hättestdu würdest …
3. Person Singularer fändeer wäreer hätteer würde …
1. Person Pluralwir fändenwir wärenwir hättenwir würden …
2. Person Pluralihr fändetihr wär(e)tihr hättetihr würdet …
3. Person Pluralsie fändensie wärensie hättensie würden …

Situationen in der Vergangenheit

Wollen wir eine Situation in der Vergangenheit ausdrücken, verwenden wir die Konjunktivformen von sein/haben + Partizip II.
Beispiel:
ich wäre gegangen/ich hätte gesagt

Konjunktiv I

Konjunktiv I finden wir hauptsächlich in Zeitungstexten und Nachrichten, wenn Aussagen in der indirekten Rede wiedergegeben werden. Aber auch in einigen festen Wendungen kommt Konjunktiv I vor.

Nachrichten
Hoch lebe das Geburtstagskind! Zu seinem 90. Geburtstag sagte der Schauspieler, er habe sich noch nie so jung gefühlt.

  Verwendung
  • einige feste Wendungen
    Beispiel:
    Hoch lebe das Geburtstagskind!
  • indirekte Rede (in der Umgangssprache bevorzugen wir oft Indikativ, siehe Indirekte Rede)
    Beispiel:
    Er sagt, er habe sich noch nie so jung gefühlt.

Bildung

  • Nur das Verb sein ist im Konjunktiv I noch in allen Formen üblich:
    ich sei, du sei(e)st, er sei, wir seien, ihr seiet, sie seien
    Beispiel:
    Er sagte, sie seien im Kino.
  • Bei allen anderen Verben verwenden wir Konjunktiv I meist nur noch in der 3. Person Einzahl (er/sie/es/man). Dazu müssen wir nur das n vom Infinitiv entfernen.
    Beispiel:
    haben – er habe
    schreiben – er schreibe
  • In der 2. Person (du/ihr) unterscheiden sich Konjunktiv I und Indikativ nur dadurch, dass beim Konjunktiv I vor der Endung ein e steht.
    Beispiel:
    du träumst – du träumest
    ihr geht – ihr gehet
    Oft bevorzugen wir in der 2. Person aber Konjunktiv II anstelle von Konjunktiv I. So lässt sich die Form besser vom Indikativ unterscheiden.
  • Für die 1. Person Einzahl (ich) sowie die 1. und 3. Person Plural (wir, sie) unterscheidet sich der Konjunktiv I nicht vom Indikativ. Deshalb müssen wir für diese Personen Konjunktiv II verwenden.
    Beispiel:
    „Sie gehen joggen.“ – Er sagt, sie gingen joggen. (Konj. II)

Zeiten im Konjunktiv I

Den Konjunktiv I können wir im Präsens, Perfekt und Futur bilden.
Konjunktiv I
Präsenser gehe
er sage
Perfekter sei gegangen
er habe gesagt
Futur Ier werde gehen
er werde sagen
Futur IIer werde gegangen sein
er werde gesagt haben

Passiv

Mit dem Passiv betonen wir eine Handlung (Vorgangspassiv) oder einen Zustand (Zustandspassiv). Wer/Was die Handlung oder den Zustand verursacht hat, ist unwichtig, unbekannt oder wird als allgemein bekannt vorausgesetzt.

Ein Mann wurde angefahren. Er ist verletzt.
Dem Verletzten wurde ein Verband angelegt. Jetzt wird der Mann ins Krankenhaus gebracht.


Verwendung

Das Vorgangspassiv verwenden wir, wenn wir eine Handlung betonen wollen (Was passiert?). Wer die Handlung ausübt, ist nicht so wichtig oder unbekannt.
Beispiel:
Ein Mann wurde angefahren.
Dem Verletzten wurde ein Verband angelegt.
Jetzt wird der Mann ins Krankenhaus gebracht.
Die wichtigsten Informationen dieser Sätze sind also, dass jemand angefahren wurde, man ihm einen Verband angelegt hat und der Mann jetzt ins Krankenhaus gefahren wird. Wer den Mann angefahren hat, wer ihm den Verband angelegt hat und wer ihn ins Krankenhaus fährt, ist in diesem Fall nicht so wichtig oder nicht bekannt.
Mit dem Zustandspassiv beschreiben wir den Zustand nach einer Handlung.
Beispiel:
Er ist verletzt.
Während der Handlung wurde der Mann verletzt – jetzt ist er verletzt.

Bildung

Vorgangspassiv

Subjekt + Form von werden (+ Objekt) + Partizip II
ZeitformBeispielsatz im Vorgangspassiv
PräsensDer Mann wird verletzt.
PerfektDer Mann ist verletzt worden.
PräteritumDer Mann wurde verletzt.
PlusquamperfektDer Mann war verletzt worden.
Futur IDer Mann wird verletzt werden.
Futur IIDer Mann wird verletzt worden sein.

Zustandspassiv

Subjekt + Form von sein + Partizip II
ZeitformBeispielsatz im Zustandspassiv
PräsensDer Mann ist verletzt.
PerfektDer Mann ist verletzt gewesen.
PräteritumDer Mann war verletzt.
PlusquamperfektDer Mann war verletzt gewesen.
Futur IDer Mann wird verletzt sein.
Futur IIDer Mann wird verletzt gewesen sein.

Info

Einige Zeiten im Aktiv ähneln dem Zustandspassiv. Wenn wir wissen wollen, ob ein Satz Aktiv oder Passiv ist, versuchen wir hier einfach, das Vorgangspassiv zu bilden. Ist dies nicht möglich, handelt es sich um eine Aktivform.
Beispiel:
Ein Unfall ist passiert. (Aktiv Perfekt; kein Zustandspassiv!)
nicht möglich: Ein Unfall wird passiert.

Aktiv oder Passiv

Aktiv verwenden wir, um zu betonen, wer/was die Handlung ausführt.
Beispiel:
Der Lehrer erklärte uns das Passiv.
Passiv verwenden wir, um die Handlung an sich zu betonen. Wer/was die Handlung ausführt, wird in vielen Passivsätzen weggelassen.
Beispiel:
Das Passiv wurde uns (vom Lehrer) erklärt.

Verben, die kein Passiv bilden können

Verben ohne Akkusativobjekt können kein Passiv bilden. Dazu gehören:
  • Verben, deren Perfektform mit sein gebildet wird (z. B. fahren)
    Beispiel:
    Ich fuhr selber nach Berlin.
    Ich wurde selber nach Berlin gefahren.
    Passiv ist nicht möglich, weil ich selber gefahren bin.
    Aber: fahren kann auch mit haben + Akkusativobjekt verwendet werden. In diesem Fall ist ein Passivsatz möglich.
    Beispiel:
    Mein Vater fuhr mich nach Berlin.
    Passiv: Ich wurde (von meinem Vater) nach Berlin gefahren.
  • reflexive Verben
    Beispiel:
    Ich habe mich versteckt. (Ich bin mich versteckt worden.)
  • andere Verben ohne Akkusativobjekt
    Beispiel:
    Er schläft. (Er wird geschlafen.)
    Aber: In der Umgangssprache können wir von diesen Verben oft ein unpersönliches Passiv bilden (siehe Besonderheiten), z. B. als Aufforderung.
    Beispiel:
    Jetzt wird geschlafen!

Info

Auch mit Akkusativobjekt können nicht alle Verben das Passiv bilden. Dazu gehören zum Beispiel die Verben haben, kennen, wissen, es gibt.
Beispiel:
Ich habe einen Hund. (Ein Hund wird gehabt.)
Ich kenne die Frau. (Die Frau wird gekannt.)
Ich weiß die Antwort. (Die Antwort wird gewusst.)
Es gibt viele Museen. (Viele Museen werden gegeben.)

Umwandlung von Aktiv in Vorgangspassiv

Bei der Umwandlung von Aktiv in Vorgangspassiv geschieht Folgendes:
  • Das Akkusativobjekt wird zum Subjekt.
  • Das Subjekt wird weggelassen oder mit „von (+ Dativ)“ eingesetzt.
  • Das Verb wird im Partizip II verwendet, zusätzlich benötigen wir das Hilfsverb werden in der konjugierten Form.
Subjektfinites VerbObjektinfinites Verb
AktivJemandverletztden Mann.
PassivDer Mannwird(von jemandem)verletzt.
Beispiel für alle Zeitformen
ZeitAktivVorgangspassiv
PräsensJemand verletzt den Mann.Der Mann wird (von jemandem) verletzt.
PerfektJemand hat den Mann verletzt.Der Mann ist (von jemandem) verletzt worden.
PräteritumJemand verletzte den Mann.Der Mann wurde (von jemandem) verletzt.
PlusquamperfektJemand hatte den Mann verletzt.Der Mann war (von jemandem) verletzt worden.
Futur IJemand wird den Mann verletzen.Der Mann wird (von jemandem) verletzt werden.
Futur IIJemand wird den Mann verletzt haben.Der Mann wird (von jemandem) verletzt worden sein.

Besonderheiten

Nur das Akkusativobjekt wird zum Subjekt. Gibt es im Aktivsatz ein Dativobjekt, das an die erste Stelle rutschen soll, bleibt es im Dativ.
Aktiv:
Man legte dem Verletzten einen Verband an.
Passiv:
Dem Verletzten wurde ein Verband angelegt.
Auch Aktivsätze ohne Objekt können ins Passiv umgewandelt werden (unpersönliches Passiv). Wir verwenden dafür das Personalpronomen ‚es‘ oder eine adverbiale Bestimmung.
Beispiel:
Wir tanzten (gestern) viel. – Es/Gestern wurde viel getanzt.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | JCPenney Coupons