Freitag, 27. Dezember 2013

Präpositionen und Fälle

Präpositionen, die Genitiv verlangen

  • aufgrund/auf Grund, wegen
    Beispiel:
    Aufgrund/Wegen der Hitze fiel der Unterricht aus.
  • trotz, ungeachtet
    Beispiel:
    Das Flugzeug startete trotz/ungeachtet aller Warnungen.
    anstelle/an Stelle/statt
    Beispiel: 
    Anstelle eines Badeurlaubs machten sie Urlaub in den Bergen. 
    Statt der Suppe brachte der Kellner mir einen Salat.
  • Beiderseits, diesseits, jenseits, entlang, oberhalb, unterhalb, außerhalb
    Beispiel: 
    Entlang/Diesseits des Flusses stehen Bäume.
    links, rechts, nördlich, östlich, südlich, westlich, unweit
    Beispiel:
    Er wohnt östlich/unweit der Grenze.
    während
    Beispiel:
    Sie lernten sich während der Konferenz kennen.

Präpositionen, die Dativ verlangen

  • aus, aus … heraus
    Beispiel:
    Er kommt aus dem Haus (heraus).
  • außer
    Beispiel:
    Außer mir war niemand auf der Straße.
  • bei, zu, bis zu
    Beispiel:
    Ich fahre zu einer Freundin und bleibe bis zum Sonntag bei ihr.
  • gegenüber, nahe
    Beispiel:
    Das Hotel befindet sich gegenüber dem Bahnhof.
  • mit, nach
    Beispiel:
    Nach der Arbeit fuhr sie mit dem Bus nach Hause.
  • seit
    Beispiel:
    Maria lernt seit einem Jahr Deutsch.
  • von, von … aus
    Beispiel:
    Von der Kreuzung (aus) ist es nicht mehr weit.
  • … zufolge
    Beispiel:
    Dem Bericht zufolge ist das Produkt sehr zu empfehlen.

Präpositionen, die Akkusativ verlangen

  • um, um … herum, durch, … entlang
    Beispiel:
    Er geht um das Haus (herum).
    Gehen Sie durch den Tunnel und dann die Straße entlang!
  • für, gegen, ohne
    Beispiel:
    Ohne dich haben wir keine Chance gegen die andere Mannschaft. Also nimm dir für den Sonntag nichts anderes vor!

Präpositionen, die Dativ/Akkusativ verlangen

Einige Präpositionen verwenden wir manchmal mit Akkusativ und manchmal mit Dativ. Akkusativ nehmen wir, wenn wir eine Bewegung (Wohin?) ausdrücken wollen. Dativ nehmen wir, wenn es um eine Position (Wo?) geht.
  • an, auf, in, über, unter, hinter, neben, vor, zwischen

Beispiele für Präpositionen mit Dativ/Akkusativ



Dativ (Position – Wo?)

1) Die Bilder hängen an der Wand.
3) Die Katze sitzt auf dem Sofa.
5) Die Katze ist hinter dem Sofa.
7) Der Fisch schwimmt in dem Aquarium.
9) Der Hund liegt unter dem Tisch.

Akkusativ (Richtung – Wohin?)

2) Der Kater lehnt sich an die Wand.
4) Die Katze klettert auf das Sofa.
6) Die Katze kriecht hinter das Sofa.
8) Die Katze klettert in das Aquarium.
10) Die Maus geht unter den Tisch.

Verbindung von Präposition und Artikel

Präposition und Artikel werden oft zu einem Wort zusammengezogen.
PräpositionPräposition + ArtikelBeispiel
anan dem = amIch warte am Kino.
beibei dem = beimBeim Spielen hat er die Zeit vergessen.
inin dem = im
in das = ins
Ich bin im Wohnzimmer.
Kommst du auch ins Wohnzimmer?
vonvon dem = vomIch komme gerade vom Einkaufen.
zuzu dem = zum
zu der = zur
Ich gehe zum Sport.
Wir gehen zur Disko.



  /z/jetzt/images/oben.gif (112 Byte) Menü
        /z/jetzt/images/oben.gif (112 Byte) Leitseite   E-Mail  |  Stichwortsuche:

Karakter masyarakat di Jerman

karakter orang-orang Jerman pada umumnya terbagi dua.
Ada golongan muda dan golongan tua.Dan diantara dua golongan ini sering terjadi salah paham dan GAP yang sangat besar.Para manula di jerman dibiayai oleh pemerintah dalam urusan asuransi dan uang hidup bulanan, sehingga mereka mengatakan bahwa kaum muda pemalas dan tidak mau kerja.Hal ini mungkin dilatarbelakangi oleh masa lalu mereka yang ditindas dan hidup dalam diktator militer Hitler.Ini dapat dilihat dari sikap mereka terhadap warga asing (Gue dan teman-temen gue dari berbagai negara lainnya) di pusat-pusat keramaian maupun tempat lain.
Sedangkan golongan muda mengatakan bahwa kaum tua tidak mengerti aspirasi mereka,dan selalu mengatur hingga ke cara berpakain,pemakaian tata bahasa (hoch deutsch atau umgangsprache),hingga cara berinteraksi dengan warga negara lain.Tetapi di lain pihak, hal ini menguntungkan bagi kaum pendatang di Jerman, karena mereka akan lebih mudah menjalin persahabatan dengan warga negara yang umurnya relatif lebih muda.
Kedisiplinan dan tepat waktu adalah dua hal utama yang gue bisa liat disini.
Waktu kereta detail hingga ke hitungan menit,dan selalu berangkat di saat yang tercetak di ticket,tanpa memedulikan penumpang yangg terlambat naik.Untuk menyeberang jalan,harus melihat lampu penyebrangan,sekalipun jalanan kosong melompong,kalau tidak akan di denda. Dan global warming merupakan masalah utama disini. Berbelanja dimana pun juga tidak akan diberi kantong plastik atau kertas, jadi harus membawa tas masing-masing,sampah pun demikian, harus dipisah ke 3 bagian,kalau tidak akan ditegur.
Mengenai agama,umumnya mereka atheis dan tidak mempercayai akan adanya Tuhan Yesus (even thou they parents are Christian or Catholic) Mereka percaya akan adanya “Gott” tetapi tidak mengenal “Dia” secara pribadi, dan mereka dengan bangga mengatakan bahwa agama mereka Atheis.

Hakikat Bahasa dan Sifat sifat Bahasa

Hakikat / Pengertian Bahasa
Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasikan diri. (Kridalaksana: 1983)

Ciri atau sifat yang hakiki dari bahasa yaitu: 


(1) bahasa itu adalah sebuah sistem, 
(2) bahasa itu berwujud lambang, 
(3) bahasa itu berupa bunyi, 
(4) bahasa itu bersifat arbitrer, 
(5) bahasa itu bermakna, 
(6) bahasa itu bersifat konvensional, 
(7) bahasa itu bersifat unik, 
(8) bahasa itu bersifat universal, 
(9) bahasa itu bersifat produktif, 
(10) bahasa itu bervariasi, 
(11) bahasa itu bersifat dinamis, dan 
(12) bahasa itu manusiawi.

A. Sifat-sifat Bahasa
1. Bahasa itu adalah Sebuah Sistem
Sistem berarti susunan teratur berpola yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna atau berfungsi. sistem terbentuk oleh sejumlah unsur yang satu dan yang lain berhubungan secara fungsional. Bahasa terdiri dari unsur-unsur yang secara teratur tersusun menurut pola tertentu dan membentuk satu kesatuan.

Sebagai sebuah sistem,bahasa itu bersifat sistematis dan sistemis. Sistematis artinya bahasa itu tersusun menurut suatu pola, tidak tersusun secara acak. Sistemis artinya bahasa itu bukan merupakan sistem tunggal, tetapi terdiri dari sub-subsistem atau sistem bawahan (dikenal dengan nama tataran linguistik). Tataran linguistik terdiri dari tataran fonologi, tataran morfologi, tataran sintaksis, tataran semantik, dan tataran leksikon. Secara hirarkial, bagan subsistem bahasa tersebut sebagai berikut.

2. Bahasa itu Berwujud Lambang
Lambang dengan berbagai seluk beluknya dikaji orang dalam bidang kajian ilmu semiotika, yaitu ilmu yang mempelajari tanda-tanda yang ada dalam kehidupan manusia. Dalam semiotika dibedakan adanya beberapa tanda yaitu: tanda (sign), lambang (simbol), sinyal (signal), gejala (sympton), gerak isyarat (gesture), kode, indeks, dan ikon. Lambang bersifat arbitrer, artinya tidak ada hubungan langsung yang bersifat wajib antara lambang dengan yang dilambangkannya.

3. Bahasa itu berupa bunyi
Menurut Kridalaksana (1983), bunyi adalah kesan pada pusat saraf sebagai akibat dari getaran gendang telinga yang bereaksi karena perubahan dalam tekanan udara. Bunyi bahasa adalah bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia. Tetapi juga tidak semua bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia termasuk bunyi bahasa.

4. Bahasa itu bersifat arbitrer
Kata arbitrer bisa diartikan ’sewenang-wenang, berubah-ubah, tidak tetap, mana suka’. Yang dimaksud dengan istilah arbitrer itu adalah tidak adanya hubungan wajib antara lambang bahasa (yang berwujud bunyi itu) dengan konsep atau pengertian yang dimaksud oleh lambang tersebut. Ferdinant de Saussure (1966: 67) dalam dikotominya membedakan apa yang dimaksud signifiant dan signifie. Signifiant (penanda) adalah lambang bunyi itu, sedangkan signifie (petanda) adalah konsep yang dikandung signifiant.

Bolinger (1975: 22) mengatakan: Seandainya ada hubungan antara lambang dengan yang dilambangkannya itu, maka seseorang yang tidak tahu bahasa tertentu akan dapat menebak makna sebuah kata apabila dia mendengar kata itu diucapkan. Kenyataannya, kita tidak bisa menebak makna sebuah kata dari bahasa apapun (termasuk bahasa sendiri) yang belum pernah kita dengar, karena bunyi kata tersebut tidak memberi ”saran” atau ”petunjuk” apapun untuk mengetahui maknanya.

5. Bahasa itu bermakna
Salah satu sifat hakiki dari bahasa adalah bahasa itu berwujud lambang. Sebagai lambang, bahasa melambangkan suatu pengertian, suatu konsep, suatu ide, atau suatu pikiran yang ingin disampaikan dalam wujud bunyi itu. Maka, dapat dikatakan bahwa bahasa itu mempunyi makna. Karena bahasa itu bermakna, maka segala ucapan yang tidak mempunyai makna dapat disebut bukan bahasa.
[kuda], [makan], [rumah], [adil], [tenang] : bermakna = bahasa
[dsljk], [ahgysa], [kjki], [ybewl] : tidak bermakna = bukan bahasa

6. Bahasa itu bersifat konvensional
Meskipun hubungan antara lambang bunyi dengan yang dilambangkannya bersifat arbitrer, tetapi penggunaan lambang tersebut untuk suatu konsep tertentu bersifat konvensional. Artinya, semua anggota masyarakat bahasa itu mematuhi konvensi bahwa lambang tertentu itu digunakan untuk mewakili konsep yang diwakilinya. Misalnya, binatang berkaki empat yang biasa dikendarai, dilambangkan dengan bunyi [kuda], maka anggota masyarakat bahasa Indonesia harus mematuhinya. Kalau tidak dipatuhinya dan digantikan dengan lambang lain, maka komunikasi akan terhambat.

7. Bahasa itu bersifat unik
Bahasa dikatakan bersifat unik, artinya setiap bahasa mempunyai ciri khas sendiri yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya. Ciri khas ini bisa menyangkut sistem bunyi, sistem pembentukan kata, sistem pembentukan kalimat, atau sistem-sistem lainnya.

8. Bahasa itu bersifat universal
Selain bersifat unik, bahasa juga bersifat universal. Artinya, ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa yang ada di dunia ini. Misalnya, ciri universal bahasa yang paling umum adalah bahwa bahasa itu mempunyai bunyi bahasa yang terdiri dari vokal dan konsonan.

9. Bahasa itu bersifat produktif
Bahasa bersifat produktif, artinya meskipun unsur-unsur bahasa itu terbatas, tetapi dengan unsur-unsur yang jumlahnya terbatas itu dapat dibuat satuan-satuan bahasa yang tidak terbatas, meski secara relatif, sesuai dengan sistem yang berlaku dalam bahasa itu. Misalnya, kita ambil fonem dalam bahasa Indonesia, /a/, /i/, /k/, dan /t/. Dari empat fonem tersebut dapat kita hasilkan satuan-satuan bahasa:

  • /i/-/k/-/a/-/t/ 
  • /k/-/i/-/t/-/a/
  • /k/-/i/-/a/-/t/
  • /k/-/a/-/i/-/t/
10. Bahasa itu bervariasi
Anggota masyarakat suatu bahasa biasanya terdiri dari berbagai orang dengan berbagai status sosial dan latar belakang budaya yang tidak sama. Karena perbedaan tersebut maka bahasa yang digunakan menjadi bervariasi. Ada tiga istilah dalam variasi bahasa yaitu:

  1. Idiolek : Ragam bahasa yang bersifat perorangan. 
  2. Dialek : Variasi bahasa yang digunakan oleh sekelompok anggota masyarakat pada suatu tempat atau suatu waktu.
  3. Ragam : Variasi bahasa yang digunakan dalam situasi tertentu. Misalnya, ragam baku dan ragam tidak baku.

11. Bahasa itu bersifat dinamis
Bahasa tidak pernah lepas dari segala kegiatan dan gerak manusia sepanjang keberadaan manusia itu sebagai makhluk yang berbudaya dan bermasyarakat. Karena keterikatan dan keterkaitan bahasa itu dengan manusia, sedangkan dalam kehidupannya di dalam masyarakat kegiatan manusia itu selalu berubah, maka bahasa menjadi ikut berubah, menjadi tidak tetap, menjadi dinamis. Perubahan itu dapat berupa pemunculan kata atau istilah baru, peralihan makna sebuah kata, dan perubahan-perubahan lainnya.

12. Bahasa itu manusiawi
Alat komunikasi manusia berbeda dengan binatang. Alat komunikasi binatang bersifat tetap, statis. Sedangkan alat komunikasi manusia, yaitu bahasa bersifat produktif dan dinamis. Maka, bahasa bersifat manusiawi, dalam arti bahasa itu hanya milik manusia dan hanya dapat digunakan oleh manusia.


Donnerstag, 26. Dezember 2013

Reflexive Verben

Reflexive Verben sind Verben mit einem Reflexivpronomen (sich). (siehe auch Reflexivpronomen)

Gestern lief ich durch die Stadt. Plötzlich blieb ich stehen.
Ich kannte mich hier nicht aus. Oh nein! Ich hatte mich verlaufen. Ich ärgerte mich über meinen Fehler.

Daftar 10 Tempat Wisata di Jerman Terpopuler

Meskipun tempat-tempat wisata di Jerman masih terbilang kurang dikenal atau dipahami oleh orang asing di bandingkan beberapa negara Eropa lainnya semisal Italia, Prancis,Inggris dan Spanyol. Tapi sejak reunifikasi, Jerman telah memperoleh profil yang lebih tinggi sebagai tujuan wisata di Eropa. Tujuan wisata paling populer  di Jerman adalah Berlin, salah satu ibu kota paling menarik di Eropa. Banyak kota besar lainnya di Jerman yang memiliki sejarah yang membanggakan sebagai negara kota mandiri atau sebagai ibukota kerajaan di negara  mereka sendiri. Tapi tempat-tempat wisata di Jerman tidak berarti hanya terbatas pada kota-kotanya, karena banyak atraksi besar lainnya yang dapat ditemukan di setiap bagian sudut dari negara ini.

Berikut daftar 10 tempat wisata di Jerman yang terpopuler :

 

1.  Brandenburg Gate

Gerbang Brandenburg
Gerbang Brandenburg adalah gerbang kota satu-satunya yang masih hidup dari Berlin dan melambangkan reunifikasi Timur dan Berlin Barat. Dibangun pada abad ke-18, Gerbang Brandenburg termasuk daerah Unter den Linden. Jalan raya yang sangat menonjol dengan ciri khas pohon linden, yang pernah memimpin langsung  istana raja Prusia. Tempat ini dianggap sebagai salah satu tempat wisata di Jerman yang paling terkenal di Eropa.

2.  Holstentor

Gerbang Kota Holstentor
Holstentor adalah salah satu dari dua gerbang kota yang tersisa dari kota Lübeck. Dibangun pada 1464, pintu gerbang ini sekarang berfungsi sebagai museum dan di jadikan tempat wisata di Jerman. Holstentor memiliki keunikan di  arsitekturnya, Karena dua menara bulat yang melengkung masuk itu dianggap sebagai simbol kota Lübeck. Bersama dengan pusat kota tua (Altstadt) Lübeck adalah salah satu tempat wisata utama di Jerman.

3.  Oktoberfest

Festival minum bir terbesar di Dunia
Oktoberfest di Munich adalah festival terbesar di dunia dengan lebih dari 6 juta pengunjung setiap tahunnya. Meskipun nama, Oktoberfest dimulai pada akhir September hingga pekan pertama bulan Oktober. Festival ini sudah menjadi Suatu bagian penting dari budaya Bavaria, festival ini sudah digelar sejak 1810. Pengunjung bisa menikmati berbagai minuman bir tradisional seperti Hendl, Schweinebraten, Würstl, Knödel dan sejumlah besar bir Jerman lainnya dengan tarif yang terjangkau. Itulah mengapa tempat ini menjadi salah satu tempat wisata di Jerman yang paling populer.

4.  Frauenkirche

Gereja Tua Frauenkirche
Terletak di kota Dresden, Frauenkirche (Gereja Our Lady) adalah sebuah gereja Lutheran yang benar-benar hancur selama Perang Dunia II. Gereja ini direkonstruksi menggunakan rencana asli dari tahun 1720-an dan dibuka kembali pada tahun 2005. Kota Coventry, yang dibuat oleh Luftwaffe menyumbangkan golden cross untuk kubah gereja. Sejak tempat ini dibuka kembali, Frauenkirche telah menjadi daya tarik wisata yang sangat populer di Dresden. Pada tahun 2009 gereja ini dikunjungi oleh Presiden Barack Obama, dan menjadi salah atu pilihan tempat wisata di Jerman.

5.  Rügen Cliffs

Tebing indah di Rugen
Cliffs Rügen adalah sebuah tebing yang  terletak di Taman Nasional Jasmund di timur laut pulau Rügen. Tebing ini menghadapi erosi konstan kapur di tebing menara tinggi di atas Laut Baltik. Tebing ini mempunyai tinggi 118 meter (387 kaki), dan Königsstuhl (kursi raja) adalah bagian yang paling megah dari tebing ini. Hutan yang tetap natural dan tak pernah terganggu di belakang tebing juga merupakan bagian dari taman nasional dan menjadi tempat wisata di Jerman yang cukup populer.

6.  Neuschwanstein

Kastil Neuschwanstein di atas bukit
Neuschwanstein terletak di sebuah bukit terjal di dekat Füssen di barat daya Bavaria. Tempat ini adalah inspirasi untuk istana putri tidur di taman Disneyland. Kastil ini di buat oleh Raja Ludwig II dari Bavaria yang dinyatakan gila ketika benteng hampir selesai pada tahun 1886 dan ditemukan tewas beberapa hari kemudian. Neuschwanstein adalah bangunan yang paling banyak difoto di negeri ini dan salah satu tempat wisata di Jerman yang terpopuler.

7.  Heidelberg Old City

Kota Tua Heidelberg
Terletak di lembah sungai Neckar, Heidelberg adalah salah satu tempat wisata di Jerman yang paling populer. Selama Perang Dunia II, kota ini hampir sepenuhnya terhindar oleh sekutu pemboman yang menghancurkan sebagian besar kota-kota besar lainnya di Jerman. Maka dari itu, Heidelberg telah mempertahankan pesona gang-gang sempit, rumah-rumah yang indah dan Kastil Heidelberg yang terkenal.

8.  Cologne Cathedral

Jembatan penghubung ke Katedral Cologne
Tempat ini merupakan katedral Gothic terbesar di Jerman, Cologne Cathedral (Kölner Dom) telah menjadi lambang paling terkenal Cologne selama berabad-abad dan menjadi tujuan tempat wisata di Jerman. Pembangunan Katedral Cologne dimulai pada tahun 1248 dan mengambil  interupsi, lebih dari 600 tahun untuk menyelesaikannya. Katedral ini didedikasikan untuk orang-orang kudus Petrus dan Maria dan merupakan kursi dari Uskup Agung Katolik Cologne.

9.  Lindau

Kota Bersejarah Lindau yang sangat mempesona
Kota bersejarah ini terletak di dekat titik pertemuan perbatasan Austria, Jerman dan Swiss di bagian timur Danau Constance (Bodensee). Kota ini terhubung dengan daratan oleh jembatan dan kereta api dan memiliki penduduk sekitar 3.000 jiwa. Penuh dengan bangunan abad pertengahan dan setengah kayu, Lindau menjadi menjadi tempat wisata di Jerman yang cukup populer.

10.  Romantic Rhine

Kota di sepanjang sungai Rhine
Romantic Rhine adalah bagian paling terkenal dari kota Rhine. Sungai Rhine mengukir jalan di kota ini  melalui kebun anggur yang tertutup atasnya dengan istana yang tak terhitung jumlahnya serta reruntuhan kota peninggalan sejarah. Sungai ini merupakan jalur perdagangan penting ke Eropa Tengah sejak zaman kuno dan sejumlah kota kecil yang telah tumbuh di sepanjang tepi. Kota-kota ini dibatasi dalam ukuran, banyak kota-kota tua di tempat ini yang masih mempertahankan bentuk bangunan yang masih tetap orisinil, sehingga tempat ini layak menjada salah satu tempat wisata di Jerman yang mempunyai sejarah panjang.

Sumber : http://t0urdunia.blogspot.com/2013/06/dafta-10-tempat-wisata-di-jerman-yang.html

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | JCPenney Coupons